Tampilkan postingan dengan label Diskusi untuk Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diskusi untuk Alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2011

Mengapa Manusia Membenci Sampah?



Selamat datang kawan kawan sekalian, lama rasanya tidak menyentuh blog saya. Akhirnya di sela sela kesibukan, saya bisa membuat posting baru lagi, hehehe

Di negeri kita yang tercinta ini, setiap hari pasti kita akan melihat banyak sampah yang bertebaran di mana mana. Di rumah, di kantor, di jalan, di restoran, bahkan di kantor pemerintahan pun kita bisa melihat sampah. Namun sayangnya, dengan melihat sampah, ekspresi kita hanya diam, tenang dan menganggap bahwa itu bukan hal penting. Iya bukan??

Berdasarkan ilmu kesehatan, kita pasti tahu bahwa sampah merupakan sumber penyakit. Hal itu dikarenakan bahwa dengan adanya sampah, maka kuman dan bakteri serta virus akan muncul. Dan nantinya mikroba tersebut akan mengotori air, tanah, tubuh, dan makanan kita sehingga nantinya bisa sampai ke dalam tubuh dan menimbulkan penyakit.

Namun di sisi lain, ada yang kita lupakan dari keberadaan dan munculnya sampah. Kita sebenarnya sudah tahu, bahwa sampah merupakan "hasil sisa" dari apa yang kita (manusia) manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi seharusnya, kita (manusia) sebagai pembuat awal dan penemu sampahlah yang seharusnya memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan.

Mengapa manusia membenci sampah???

Inilah pertanyaan yang harus kita lontarkan kepada diri kita sendiri. Mengapa kita manusia membenci sampah. Mengapa sampah selalu terlhat menjijikkan di mata kita. Mengapa juga sampah selalu membuat kita mual dan ingin muntah apabila melihatnya. Padahal kita tahu sendiri bahwa kita sendirilah yang menciptakan sampah itu. Kitalah yang membuat sampah sampah itu menjadi gunungan sampah yang bau.

Dengan melihat kondisi di atas, kita sepatutnya menyadari bahwa seharusnya bisa memperlakukan sampah dengan baik. Sebagaimana kita menghargai sebuah bungkus/kemasan sebuah makanan yang awalnya bukan sampah tetapi akhirnya akan menjadi sampah yang tidak kita hargai dan tidak kita perhatikan sama sekali.

Semoga kita bisa mengambil sikap dengan keadaan yang seperti ini. Sampah sebenarnya bukanlah sumber penyakit ataupun suatu hal yang membuat indera kita merasa jijik. Tapi kita sendirilah yang membuatnya seperti itu.

Marilah kita bersama sama lebih mencintai sampah dengan cara dan perlakuan yang benar serta memaksimalkan semboyan 3R, Reuse, Recycle dan Reduce agar bumi kita tidak semakin terkotori oleh sampah sampah yang kita hasilkan.

-terima kasih-

imam shyhox

Kamis, 14 April 2011

Konservasi, Seberapa Kenalkah Anda dengan Kata Konservasi?



Selamat datang kembali pada blog yang hanya berisi dentuman hati yang hanya bisa diucapkan dengan kata kata...

Para netter sekalian, kita semua pasti mengetahui atau bahkan pernah mendengar apa yang dinamakan "konservasi". Sejauh ini konservasi memang merupakan suatu kata yang sering kita ucap dan kita dengarkan. Terutama di kalangan saudara saudara kita yang berkecimpung di bidang Pencinta Alam. Bagi kawan kawan yang belum begitu paham dengan konservasi, mungkin uraian berikut ini bisa menambah kantong keilmuan Anda.

Secara etimologi atau harfiah, konservasi berasal dari bahasa Inggris yaitu conservation yang berarti pelestarian atau perlindungan. Dari dua definisi singkat tersebut, dapat kita ambil kesimpulan tentang makna dari konservasi, yaitu upaya dari kita untuk melindungi atau melestarikan sesuatu agar terjaga dengan baik serta agar tidak punah.

Konservasi juga bisa memiliki arti yang lebih luas berdasarkan ilmu ekologi atau ilmu tentang lingkungan. Konservasi bisa diartikan sebagai berikut :
  1. Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang sama tingkatannya.
  2. Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber daya alam
  3. Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
  4. Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan lingkungan alaminya.
Konservasi memanglah bukan hal yang tabu lagi bagi kita. Namun, banyak di antara kita hanya mengerti kata konservasi secara definisi saja, tanpa diikuti pelaksanaannya. Hal ini disebabkan karena kita belum sepenuhnya paham tentang bagaimana cara kita untuk berkonservasi.

Dari beberapa jenis konservasi, konservasi yang cukup populer adalah konservasi sumber daya alam (KSDA). KSDA adalah suatu upaya atau tindakan untuk menjaga keberadaan sumber daya alam secara terus menerus secara berkesinambungan dalam hal kualitas dan kuantitasnya.

Dari definisi tersebut, dapat kita ambil kesimpulan tentang ruang lingkup konserbasi sumber daya alam, yaitu :

1. Perlindungan sistem penyangga kehidupan

Proses ekologis sumber daya alam tergantung pada sistem penyangga kehidupan yang ada sekarang. Apabila sistem penyangga lingkungan (alami maupun buatan) dapat dikategorikan dalam kondisi seimbang, maka proses ekologis juga akan berjalan dengan normal.

2. Pelestarian aneka ragam genetik yang ada

Pada saat ini banyak dilakukan rekayasa genetik sehingga galur murni genetika spesies asli banyak yang telah hilang. Untuk itu perlu diadakan penyelamatan keanekaragaman genetik mulai dari sekarang. Karena keanekaragamanjuga perlu dijaga dalam kondisi mikro maupun kondisi makro.

3. Pelestarian nilai manfaat sumber daya alam

Pemanfaatan spesies flora dan fauna sudah banyak dilakukan. Pemanfaatan spesies-spesies yang tidak dilindungi dapat terjamin dalam keseimbangan alam. Sedangkan pemanfaatan spesies-spesies yang dilindungi diperlukan peraturan perundang-undangan serta penerapan undang undang secara benar.

Dari beberapa aspek yang ada di atas, kita sebagai manusia yang bijak hendaknya bisa mempraktekkan salah satu aspek diatas pada diri kita sendiri kemudian ditularkan kepada orang orang yang ada di sekitar kita. Dan satu hal yang pasti :

"Apabila kita selalu berusaha melestarikan alam raya, pasti suatu saat nanti alam raya juga akan membantu kita (manusia) untuk tetap lestari "

best regard's
pk boll